Hanyalah Bermimpi
Paginya yang mentari tampak di sana
Indahnya pesona yang kemerah-merahan wajahnya
Banyak senyum yang ada slalu
Tapi mungkin itu dulu
Banyak tegur menyahut telinga memanggilku
Tapi mungkin itu dulu …
Sayangnya angin tak selalu berlalu
Senyumku kujaga slalu
Hanya tuk hangatnya yang membiru
Tapi mungkin hanya
Sebuah bingkai yang telah lusuh
Ku fikir ia hanya satu
Pandangnya terlihat hanya
Padaku
Tapi mungkin
Itu dulu ……….
Suaraku terdengar sayup
Dihujung dahan-dahan yang akan patah
Meski ada tapi tak lagi begitu berguna
Kulihat ada cahaya yang baru hingga senyumku
Terlihat kelabu
Ia tak pernah terfikir jauhnya …
Hingga jutaan lemparan kerikil…
Hanyalah Bermimpi…..
…….
(M. Amin Siddiq)
Paginya yang mentari tampak di sana
Indahnya pesona yang kemerah-merahan wajahnya
Banyak senyum yang ada slalu
Tapi mungkin itu dulu
Banyak tegur menyahut telinga memanggilku
Tapi mungkin itu dulu …
Sayangnya angin tak selalu berlalu
Senyumku kujaga slalu
Hanya tuk hangatnya yang membiru
Tapi mungkin hanya
Sebuah bingkai yang telah lusuh
Ku fikir ia hanya satu
Pandangnya terlihat hanya
Padaku
Tapi mungkin
Itu dulu ……….
Suaraku terdengar sayup
Dihujung dahan-dahan yang akan patah
Meski ada tapi tak lagi begitu berguna
Kulihat ada cahaya yang baru hingga senyumku
Terlihat kelabu
Ia tak pernah terfikir jauhnya …
Hingga jutaan lemparan kerikil…
Hanyalah Bermimpi…..
…….
(M. Amin Siddiq)


.jpg)